BRMP Jambi dan Tebo Perkuat Sinergi Kawal Oplah dan CSR 2026
TEBO – Direktur Wilayah Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., didampingi LO Kabupaten Tebo dan sekretaris, melaksanakan koordinasi dan diskusi bersama penyuluh pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Rimbo Bujang, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHKP Kabupaten Tebo Andi Afriansyah Yusra, S.P., Katimker Administrasi dan Kinerja Penyuluh Kabupaten Tebo Abdul Kata, S.P., M.P., serta para penyuluh pertanian. Pertemuan membahas percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), usulan CPCL, Optimasi Lahan (Oplah), dan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2026 di Kabupaten Tebo.
Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa realisasi LTT Kabupaten Tebo per 29 Mei 2026 mencapai 1.120,12 hektare atau 73,61 persen dari target pusat, sedangkan luas tambah panen (LTP) tercatat 925,20 hektare. Kabupaten Tebo juga mengusulkan SID Oplah Tahun 2026 seluas 769,98 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan, sementara SID CSR tercatat seluas 173 hektare pada Tahun 2025 dan 204,15 hektare pada Tahun 2026. Selain itu, kondisi cuaca yang cenderung kering dalam sepekan terakhir menjadi perhatian bersama karena berpotensi memengaruhi pertanaman, sehingga usulan CPCL untuk penanggulangan dampak kemarau dinilai perlu segera direalisasikan.
Yunimar menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani dalam mendukung swasembada pangan. Ia juga mengapresiasi respons cepat Kabupaten Tebo dalam pengusulan CPCL serta berbagai program pertanian lainnya. Menurutnya, pelaksanaan CSR 2026 harus dikawal secara optimal agar lahan yang dicetak dapat dimanfaatkan untuk budidaya padi dan memberikan manfaat nyata bagi petani. Melalui koordinasi ini diharapkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan keberhasilan program swasembada pangan nasional. (TAS)